• 26 November 2025
  • No Comment
  • 179

NU Jangan Retak: Seruan Persatuan dari Tanah Betawi

NU Jangan Retak: Seruan Persatuan dari Tanah Betawi

Orang Betawi sejak dulu dikenal lekat dengan tradisi para kiai, mencintai ilmu, menjaga adab, dan teguh mengikuti jejak para ulama Nahdlatul Ulama. Dari langgar, majelis ta’lim, hingga kampung-kampung tua Betawi, NU bukan hanya organisasi—tapi nafkah ruhani, warisan yang dibawa turun-temurun oleh para guru yang penuh keikhlasan.

Karena itu, di tengah berbagai gejolak dan dinamika internal yang menerpa NU hari-hari ini, kita harus tetap teguh pada satu hal:

NU mesti dijaga, bukan dipertentangkan.
NU mesti dirawat, bukan dirusakkan.
NU mesti disatukan, bukan dipecah-pecah.

Perbedaan pendapat adalah bagian dari perjalanan organisasi besar, tetapi jangan sampai perbedaan menjadikan hati kita retak, apalagi membuat hubungan antar jamaah renggang. Kita semua harus kembali pada pesan para kiai besar:
“Kalau ada masalah, selesaikan dengan adab. Kalau ada perbedaan, tempuh jalan musyawarah. Kalau ada kegaduhan, ambil sikap yang menenangkan umat.”

Ingatlah, kekuatan NU bukan hanya pada struktur, bukan hanya pada nama besar, tetapi pada kebersamaan kita, pada keteguhan kita menjaga akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, dan pada keikhlasan kita merawat persatuan di akar rumput.

Mari warga Betawi dan seluruh nahdliyyin di mana pun berada:
jangan biarkan NU retak, jangan biarkan NU pecah.
Yang harus pecah hanyalah kebodohan, kesombongan, dan fitnah—bukan organisasi yang diwariskan para wali dan ulama.

Pegang erat pesan guru-guru kita:
“NU ini bukan milik satu orang, bukan milik satu kelompok. NU milik umat. Maka jagalah dengan hati yang lapang dan jiwa yang tenang.”

Semoga Allah meneguhkan persatuan kita, meredakan segala gejolak, dan menguatkan NU agar tetap menjadi pagar umat dan pelita bangsa.

Mualim Tekko guru zuki

Penulis : ristian
Sumber: www.pecimerah.org
Rumah Peradaban PeciMerah

Artikel Terkait

PECIMERAH DAN JALAN PERSATUAN – DARI SILATURAHMI MENUJU KEABADIAN NILAI

PECIMERAH DAN JALAN PERSATUAN – DARI SILATURAHMI MENUJU KEABADIAN NILAI

Pecimerah mengajak bukan hanya untuk bergandeng tangan, tetapi untuk menyatukan arah, bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi…
Tuan Rumah di Tanah Sendiri

Tuan Rumah di Tanah Sendiri

Menjadi tuan rumah di tanah sendiri bukan soal kekuasaan semata, melainkan tentang kesadaran, tanggung jawab, dan…
Pecimerah adalah simbol gerakan moral!

Pecimerah adalah simbol gerakan moral!

Indonesia yang tidak kehilangan akarnya! Indonesia yang berdiri tegak dengan budayanya! Indonesia yang berani berkata benar,…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *