- 20 April 2026
- No Comment
- 12
PECIMERAH DAN JALAN PERSATUAN – DARI SILATURAHMI MENUJU KEABADIAN NILAI
Kembali ke Atas
Saatnya, dari pelbagai lini dan penjuru, dari akar rumput hingga pucuk pimpinan, kita kembali menyadari satu hakikat: bahwa kekuatan sejati tidak lahir dari banyaknya suara, melainkan dari kesatuan jiwa. Di titik inilah Pecimerah hadir, bukan sekadar sebagai gerakan, tetapi sebagai simpul yang merajut yang tercerai, sebagai nafas yang menghidupkan kembali kesadaran kolektif kaum Betawi.
Pecimerah mengajak bukan hanya untuk bergandeng tangan, tetapi untuk menyatukan arah, bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi meneguhkan persaudaraan lahir dan batin yang berakar dalam nilai dan menjulang dalam cita. Karena persaudaraan sejati bukanlah pertemuan sesaat, melainkan kesinambungan rasa yang terjaga, komitmen yang tak lekang oleh waktu, dan keikhlasan yang tak tergoyahkan oleh keadaan.
Dalam kebijaksanaan hidup, air yang jernih adalah air yang terus mengalir, begitu pula pergerakan ini, ia tidak berhenti pada seremoni, tidak selesai pada kata, melainkan terus bergerak, merawat, dan menumbuhkan. Dari gerak yang berkesinambungan itulah teranyam masa depan, masa depan Betawi yang bukan hanya bertahan, tetapi memimpin arah peradaban.
Dan dari rahim persatuan ini, akan lahir generasi yang tidak sekadar kuat secara lahir, tetapi juga dalam batin dan akal, generasi yang mengakar pada tradisi, namun mampu melampaui zamannya, generasi yang tidak kehilangan jati diri, sekaligus tidak tertinggal dalam perubahan.
Pada akhirnya, yang kita bangun bukan sekadar kemajuan Jakarta, melainkan kemuliaan manusianya. Sebab kota boleh menjulang tinggi, namun tanpa jiwa yang bersatu, ia hanya akan menjadi ruang tanpa makna.
Maka ketika kaum Betawi bersatu dalam kesadaran, berjalan dalam kebersamaan, dan berjuang dalam keikhlasan, di situlah lahir peradaban yang tidak hanya besar, tetapi juga agung dan berkeadaban.
Terima kasih
Salam hormat kami, kepada Imam besar KH. Lutfi Hakim serta seluruh pimpinan dan jajaran anggota FBR
Wabil khusus abang kami. Haji Mujamil ketua FBR Jakarta Barat

Sebagai lembaga yang berorientasi pada masyarakat Betawi, khususnya seni budaya Betawi. Peci Merah Pesilat Betawi juga tergabung dalam Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), dan Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) yang merupakan induk dari semua organisasi yang bersifat ke-Betawi-an.
Logo Pecimerah telah mendapatkan perlindungan hukum sebagai merek resmi Indonesia.
Berita 20 April 2026
Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta menyoroti dugaan pelanggaran hak atas tanah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov…
Berita 20 April 2026
Komunitas PeciMerah mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menetapkan kopeah atau peci merah sebagai salah satu simbol dan identitas resmi…
Berita 20 April 2026
Rumah Peradaban PeciMerah kembali mengambil langkah strategis dalam melestarikan sejarah, ilmu, dan ketokohan ulama-ulama besar Betawi.
Berita 20 April 2026
Gagasan Indonesia Berperadaban berangkat dari kesadaran bahwa kemajuan bangsa tidak semata ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan kecanggihan teknologi, melainkan oleh…
Berita 20 April 2026
Rumah Peradaban PeciMerah menginisiasi lahirnya Yayasan Ilmu Syekh Junaid Albatawi sebagai wadah pelestarian keilmuan, keagamaan dan kebudayaan masyarakat Betawi.
Berita 20 April 2026
081 123 3030
Copyright by ©Pecimerah - 2022