Kerak Telor

Kerak Telor

  • Kuliner
  • 8 Oktober 2022
  • No Comment
  • 400

Makanan ini terbuat dari nasi ketan aron atau setengah matang, yang kemudian dicampur dengan telor (bisa telor ayam atau telor bebek) beserta bumbunya. Setelah matang dimakan dengan taburan serundeng dan bawang goreng. Cara masaknya juga cukup unik. Ketika kerak telor telah setengah matang maka wajan pemasaknya dibalikkan dan kerak telor dibiarkan langsung terkena panas arang dari anglo sehingga kemudian menjadi sedikit gosong. Mungkin ini yang dinamakan keraknya…

Dari dulu hingga kini yang terlihat untuk menjual biasanya adalah seorang bapak-bapak tua. Entah kenapa mungkin sang anak tak mau lagi meneruskan usaha bapaknya karena mendapat pekerjaan yang lebih baik atau karena malu.

Pernah denger makanan Betawi yang namanya kerak telor?
Yang pasti bukan telor gosong yang terus jadi kerak… hehehe
Makanan ini selalu ada di arena Jakarta Fair, dari tahun ke tahun, mulai dari jamannya masih di Monas hingga kini pindah ke Kemayoran.

Entah sampai kapan kerak telor ini akan bertahan di tengah derasnya serbuan fast food barat seperti McD, Bureger King, Pizza atau juga Japanese food seperti HokBen yang kini ada di mana-mana. Bahkan saat ini tampaknya lebih bangga menjadi bagian dari kapitalis kuliner barat seperti Burger Blenger atau Japanese food lokal seperti Roku-Roku ketimbang melestarikan kuliner lokal seperti kerak telor ini.

Artikel Terkait

PeciMerah untuk Jakarta: Berbaur, Berbagi, dan Menjaga Warisan Kota

PeciMerah untuk Jakarta: Berbaur, Berbagi, dan Menjaga Warisan Kota

Pada momentum Idulkurban 1447 H, PeciMerah berkontribusi langsung di delapan titik kecamatan di wilayah Jakarta Barat,…
PELATIHAN PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN

PELATIHAN PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN

Dalam upaya menjaga kemurnian syariat, meningkatkan kualitas pangan halal, serta membangun sumber daya manusia yang profesional…
PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PENANGGULANGAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT BERSAMA PECIMERAH

PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PENANGGULANGAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT BERSAMA PECIMERAH

Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026, mari kita maknai kebangkitan bukan hanya sebagai semangat…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *