UGAL UGEL NEGERI DONGENG
- EntertainmentInspiratifNgeriung Girang
- 2 Juli 2026
- No Comment
- 32
Kembali ke Atas
Negeri ini tidak akan runtuh hanya karena kemiskinan sumber daya. Negeri ini juga tidak akan hancur hanya karena perbedaan pandangan. Namun sebuah bangsa dapat mengalami kemunduran ketika urusan publik dijalankan secara ugal-ugalan dan ugel-ugelan.
Ugal-ugalan adalah ketika keputusan diambil secara serampangan, tanpa pertimbangan yang matang, tanpa arah yang jelas, dan tanpa rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Sedangkan ugel-ugelan adalah ketika persoalan yang seharusnya serius diperlakukan layaknya permainan; ketika kepentingan rakyat dipertukarkan dengan pencitraan, ketika amanah dianggap panggung hiburan, dan ketika kebijakan kehilangan pijakan moral serta akal sehat.
Apabila keadaan seperti ini dibiarkan terus berlangsung, maka kerusakan yang muncul bukan lagi bersifat sementara, melainkan menjadi permanen dan akut. Kerusakan institusi, melemahnya etika publik, hilangnya keteladanan, serta lunturnya kepercayaan masyarakat akan menjadi warisan yang mahal bagi generasi mendatang.
Karena itulah PECIMERAH hadir sebagai Rumah Peradaban. Bukan sebagai kekuatan politik, bukan pula sebagai kelompok kepentingan, melainkan sebagai komunitas penggerak moral yang berupaya menjaga nyala kesadaran kebangsaan.
Di tengah derasnya arus pragmatisme, PECIMERAH percaya bahwa moralitas adalah benteng terakhir sebuah bangsa. Ketika hukum dapat ditafsirkan, kekuasaan dapat berganti, dan kepentingan dapat berubah, maka moralitas tetap menjadi kompas yang menunjukkan arah benar dan salah.
Bangsa yang maju bukan semata-mata bangsa yang memiliki gedung tinggi, teknologi canggih, atau pertumbuhan ekonomi besar. Bangsa yang benar-benar maju adalah bangsa yang memiliki karakter, adab, integritas, dan peradaban yang tinggi.
Oleh sebab itu, PECIMERAH memosisikan diri sebagai salah satu penjaga gawang terakhir moralitas bangsa, mengingatkan ketika banyak yang lupa, menyuarakan ketika banyak yang diam, dan merawat nilai ketika banyak yang mulai meninggalkannya.
Sebab tanpa moralitas, kemajuan hanyalah kemewahan yang rapuh. Namun dengan moralitas dan peradaban, sebuah bangsa akan tetap tegak berdiri, bahkan di tengah badai zaman.
“Peradaban tidak runtuh karena musuh dari luar, tetapi karena kelalaian menjaga nilai dari dalam.”
[ NgeriungGirang ]

Sebagai lembaga yang berorientasi pada masyarakat Betawi, khususnya seni budaya Betawi. Peci Merah Pesilat Betawi juga tergabung dalam Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), dan Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) yang merupakan induk dari semua organisasi yang bersifat ke-Betawi-an.
Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026, mari kita maknai kebangkitan bukan hanya sebagai semangat persatuan bangsa, tetapi juga…
Berita 3 Juli 2026
Pada momentum Idulkurban 1447 H, PeciMerah berkontribusi langsung di delapan titik kecamatan di wilayah Jakarta Barat, bersama masyarakat, para relawan,…
Berita 3 Juli 2026
Logo Pecimerah telah mendapatkan perlindungan hukum sebagai merek resmi Indonesia.
Berita 3 Juli 2026
Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta menyoroti dugaan pelanggaran hak atas tanah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov…
Berita 3 Juli 2026
Komunitas PeciMerah mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menetapkan kopeah atau peci merah sebagai salah satu simbol dan identitas resmi…
Berita 3 Juli 2026
Rumah Peradaban PeciMerah kembali mengambil langkah strategis dalam melestarikan sejarah, ilmu, dan ketokohan ulama-ulama besar Betawi.
Berita 3 Juli 2026
Gagasan Indonesia Berperadaban berangkat dari kesadaran bahwa kemajuan bangsa tidak semata ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan kecanggihan teknologi, melainkan oleh…
Berita 3 Juli 2026
Rumah Peradaban PeciMerah menginisiasi lahirnya Yayasan Ilmu Syekh Junaid Albatawi sebagai wadah pelestarian keilmuan, keagamaan dan kebudayaan masyarakat Betawi.
Berita 3 Juli 2026
081 123 3030
Copyright by ©Pecimerah - 2022