• 16 April 2026
  • No Comment
  • 119

Tuan Rumah di Tanah Sendiri

Tuan Rumah di Tanah Sendiri

Jakarta bukan sekadar kota, ia adalah ruang sejarah, ruang perjuangan, dan ruang kehidupan yang lahir dari akar budaya Betawi. Di tanah inilah nilai, adat, dan jati diri tumbuh, menjadi fondasi yang tidak boleh tercerabut oleh zaman.

Menjadi tuan rumah di tanah sendiri bukan soal kekuasaan semata, melainkan tentang kesadaran, tanggung jawab, dan keberanian untuk menjaga warisan leluhur. Betawi bukan penonton di kampungnya sendiri, melainkan penjaga nilai, penggerak kebersamaan, dan pilar peradaban Jakarta.

Hari ini, kita diingatkan untuk kembali ngeriung, kembali merapatkan barisan, memperkuat silaturahmi, serta meneguhkan peran kita sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Jakarta. Kita bangkit bukan untuk menyingkirkan, tetapi untuk menegaskan jati diri, bahwa Betawi hadir, hidup, dan berperan.

Melalui Ngeriung Girang, diRumah Peradaban Pecimerah kita rajut kembali kebersamaan, kita hidupkan kembali semangat gotong royong, dan kita kuatkan tekad bahwa di tanah ini, kita bukan sekadar ada, kita adalah tuan rumah.

Karena menjaga Jakarta adalah menjaga marwah kita bersama.

[ PeciMerah Rumah Peradaban. ]

Artikel Terkait

NGERIUNG GIRANG PECIMERAH EDISI 95

NGERIUNG GIRANG PECIMERAH EDISI 95

Mari hadir bersama para budayawan, tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, dan seluruh anak bangsa dalam ruang dialog…
UGAL UGEL NEGERI DONGENG

UGAL UGEL NEGERI DONGENG

Negeri ini tidak akan runtuh hanya karena kemiskinan sumber daya. Negeri ini juga tidak akan hancur…
PeciMerah untuk Jakarta: Berbaur, Berbagi, dan Menjaga Warisan Kota

PeciMerah untuk Jakarta: Berbaur, Berbagi, dan Menjaga Warisan Kota

Pada momentum Idulkurban 1447 H, PeciMerah berkontribusi langsung di delapan titik kecamatan di wilayah Jakarta Barat,…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *