• 29 Agustus 2026
  • No Comment
  • 25

SURAT HIMBAUAN DAN AJAKAN BERSAMA UNTUK PARA KETUA UMUM / PIMPINAN ORMAS BETAWI

SURAT HIMBAUAN DAN AJAKAN BERSAMA UNTUK PARA KETUA UMUM / PIMPINAN ORMAS BETAWI

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang kami hormati,
Para Ketua Umum, Ketua, Pimpinan, Tokoh dan Sesepuh Organisasi Kemasyarakatan Betawi.

Dengan penuh rasa hormat dan takzim kepada para senior serta seluruh tokoh yang selama ini telah menjaga marwah, kebudayaan, dan kepentingan masyarakat Betawi, izinkan kami menyampaikan sebuah gagasan sederhana.

Kami menyadari, kami bukanlah pihak yang paling mengetahui tentang perjalanan panjang perjuangan masyarakat Betawi. Banyak di antara para senior yang telah lebih dahulu berbuat, berjuang, dan memberikan waktu serta pikiran untuk Jakarta dan masyarakat Betawi.

Justru karena itulah, kami merasa perlu mengajak untuk duduk bersama dan memikirkan kembali masa depan Betawi secara lebih besar.

Hari ini kita memiliki banyak organisasi, komunitas, perkumpulan dan wadah perjuangan Betawi. Masing-masing memiliki sejarah, karakter, jaringan dan cara perjuangannya sendiri. Perbedaan tersebut tentu bukan sesuatu yang harus dipertentangkan.

Namun kiranya kita semua sepakat bahwa ada satu hal yang jauh lebih besar daripada nama organisasi kita masing-masing, yaitu:

MARWAH DAN MASA DEPAN MASYARAKAT BETAWI.

Sudah saatnya kekuatan sosial masyarakat Betawi tidak hanya terlihat banyak secara jumlah, tetapi juga kuat dalam persatuan, matang dalam sikap, dan memiliki integritas dalam memperjuangkan kepentingannya.

Kami membayangkan adanya sebuah kesepahaman bersama antarpimpinan ormas dan komunitas Betawi, terutama dalam hal-hal yang menyangkut kebudayaan, ruang hidup, pemberdayaan masyarakat, sejarah, tanah, ekonomi, pendidikan, serta masa depan Jakarta.

Bukan untuk membentuk satu organisasi baru.

Bukan pula untuk menghilangkan identitas dan kewenangan masing-masing organisasi.

Melainkan membangun kesatuan sikap ketika kepentingan strategis masyarakat Betawi sedang dibicarakan atau dipertaruhkan.

Kami percaya, semakin dewasa sebuah masyarakat, semakin mampu pula ia membangun otoritas moral dan sosialnya sendiri.

Otoritas tersebut bukan berarti kekuasaan untuk mengatur orang lain, melainkan kemampuan masyarakat Betawi untuk menentukan sikap atas persoalan yang menyangkut dirinya, melalui mekanisme yang bermartabat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, siapa pun yang hadir, berkegiatan, bekerja sama, ataupun membawa kepentingan di tengah masyarakat Betawi akan memahami bahwa Betawi adalah masyarakat yang terbuka dan menghargai siapa pun, tetapi juga memiliki sejarah, adat, nilai, serta marwah yang patut dihormati.

Kami tidak ingin membangun hubungan dengan kelompok mana pun berdasarkan sentimen “orang Betawi” dan “bukan orang Betawi”.

Justru sebaliknya.

Kita ingin membangun Jakarta yang terbuka bagi semua, tetapi tetap menghormati akar sejarah dan masyarakat asalnya.

Karena itu, kami memandang penting adanya komunikasi yang lebih erat antarpimpinan ormas Betawi.

Tidak perlu kita menunggu sampai ada persoalan besar baru kita duduk bersama.

Sebelum kepentingan kita diwakili oleh orang lain, mari kita belajar terlebih dahulu untuk menyatukan suara kita sendiri.

Sebelum orang lain berbicara atas nama Betawi, mari kita pastikan masyarakat Betawi memiliki ruang untuk berbicara atas namanya sendiri.

Dan sebelum perbedaan di antara kita dimanfaatkan oleh kepentingan siapa pun, mari kita jadikan perbedaan sebagai kekayaan dan persatuan sebagai kekuatan.

Kami menyampaikan gagasan ini dengan segala kerendahan hati dan tanpa bermaksud menggurui para senior yang jauh lebih dahulu berkiprah.

Kami hanya ingin mengetuk pintu silaturahmi.

Barangkali sudah waktunya para pimpinan ormas Betawi duduk satu meja, bukan untuk membicarakan siapa yang paling besar, tetapi apa yang paling besar yang dapat kita lakukan untuk Betawi.

Semoga Allah SWT memberikan kita kelapangan hati, kejernihan pikiran, dan kekuatan untuk menjaga amanah sejarah ini.

Betawi tidak perlu menjadi keras untuk dihormati. Betawi cukup bersatu, berintegritas, beradab, dan tahu kapan harus berdiri tegak.

Demikian ajakan ini kami sampaikan. Besar harapan kami kiranya para senior dan para pimpinan berkenan membuka ruang silaturahmi dan dialog untuk membicarakan gagasan ini secara lebih mendalam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat kami,

H. Ahmad Basuni, S.Pd.I., M.M.
Ketua Umum
PeciMerah / Rumah Peradaban Pecimerah Betawi

Artikel Terkait

🔴 PENDAFTARAN ANGGOTA

🔴 PENDAFTARAN ANGGOTA

Pager Adat Kaum Hawa Betawi membuka kesempatan bagi perempuan-perempuan terbaik yang memiliki keberanian, integritas, kepedulian sosial,…
🇮🇩 PENDAFTARAN ANGGOTA PAGER ADAT BETAWI

🇮🇩 PENDAFTARAN ANGGOTA PAGER ADAT BETAWI

PAGAR ADAT BETAWI membuka pendaftaran bagi putra-putri terbaik yang memiliki jiwa patriotisme, semangat kebangsaan, integritas, disiplin,…
PERNYATAAN SIKAP RESMI PECIMERAH

PERNYATAAN SIKAP RESMI PECIMERAH

No: 08/SP-PCM/VIII/2026 Hal: Pernyataan Sikap Terkait Aspirasi Warga Pati dan Menjaga Kondusivitas Tatanan Sosial

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *